Bukalah cendela pikiranmu sekedar untuk berfikir..

Senin, 17 Oktober 2011

Indanya Indonesiaku..


 

Kenapa Negara ini slalu diselimut dengan masalah yang tidak ada ujung penyeselesaiannya. Setiap aku mendengar kabar miring terhadap negaraku sendiri ini, aku merinding banget, sedih dibalud gelisah dan aku meringis keras. Ingin membantu namun kekuatanku tidak sekuad daripada anggota dewan. Aku kecil namun tekadku untuk membantu Indonesia tinggi sekali. Aku tidak bisa membantu mengatasi perbatasan-perbatan di wilayah Kalbar tepatnya di Camar Bulan, Tanjung Batu dan perbatasan-perbatasan lainnya yang hampir dipora-poranda oleh Negara lain. Aku hanya bisa mendengar dan membaca saja. Walaupun seperti itu, aku juga bisa membantu Indonesia menuju Indonesia yang suksess dengan berbagai prestasi yakni baik dari akhlak maupun di bidang akademi dan non akademi. Aku mampu, yakin dan pasti bisa mencerdaskan anak bangsa Indonesia.

Aku sayang negaraku, aku cinta bangsaku dan aku suka sekali Indonesia. Pemberianku mungkin tidak seberapa dibanding dengan anggota dewan yang notabeninya penguasa Negara Indonesia. Mereka bisa membantu memberantas korupsi, mereka bisa membantu menyelesaikan perbatasan-perbatasan yang terlalu sering ada pencamplokan, juga bisa membantu menyalurkan ilmunya pada anak bangsa dengan memberikan energy positif yakni menjadi Guru. Sedangkan diriku, aku hanya bisa memberikan dan menyalurkan semua energy untuk mencerdaskan anak bangsa yang memiliki budi pekerti dan ahklak sesuai dengan pancasila. Hanya itu yang dapat kuberikan untuk Indonesia. Hanya ilmu dan keringatlah yang aku keluarkan demi anak bangsa.

Indonesia adalah Negara yang banyak memiliki aset penting yakni aset laut yang indah, tanah subur sehingga menanam apapun bisa tumbuh, dua musim yang sangat disenangi oleh orang luar, dan lain-lain. Indonesia juga mampu menjadi contoh bagi Malaysia dan singapur dalam point pendidikan tapi itu sudah beberapa tahun yang silam. Bahkan Malaysia mengundang guru dari Indonesia hanya untuk menularkan ilmunya untuk anak-anak Malaysia. Salah satu presiden ke tiga dari jatuhnya orde baru Soeharto yakni Presiden Habibie mampu menjadi yang terbaik di Jerman dan Saat ini beliau diajak untuk cooperasi di Jerman. Sudah banyak prestasi yang dibuat oleh Bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang baik. Tapi kenapa saat ini berbeda…? Pertanyaan inilah yang saat ini membuat aku meringis menjawabnya. Aku takud, aku merinding dan aku gemetar jika Indonesia slalu dibalud dengan Masalah baik masalah tentang alam, banyaknya korupsi, tidak adilnya hokum, diambilnya wilayah Indonesia oleh bangsa lain dan juga buruknya moral sehingga mengalami dekadensi yakni banyaknya tawuran antar warga, antar sekolah dan lain-lain yang tidak bisa kusebut.

Indah, damai, sejuk dan semilir angin segar.. Aku ingin itu Pak Presiden. Aku ingin mendengar kabar bahwa anak bangsa telah meraih prestasi di luar negeri, amannya financial di pemerintahan, damainya hati antar warga atau siswa, dan sejukknya udara dari criminal. Jika aku boleh mengusulkan, “tegakkan kedisiplinan baik peraturan maupun hokum, tumpas semua koruptor, hanguskan terorisme, lokasikan dengan baik para pelacur dengan adanya lapangan pekerjaan yang halal, berikan prestise yang setinggi-tingginya untuk Guru, dosen, pengajar yang slalu meluangkan waktunya membantu Indonesia, perhatikan wilayah yang berada di perbatasan antara indonesia dengan Timur Leste, Indonesia dengan Malaysia agar warga yang berada diperbatasan dirasa mendapatkan pelayanan yang baik, selamatkan batik yang menjadi cirri khas indonesia dan juga tingkatkan moral dan dedikasi yang tinggi dengan akhlak yang mulia agar selamat dari mara bahaya”. Hanya itu yang aku inginkan Pak..!

            Garuda di dadaku, Garuda pujaanku. Marilah Indonesia, bangkit kembali menjadi insan yang baik, raih kembali prestasi yang hilang ditelan maling, rebut kembali yang menjadi hak milik kita, dan menangkan hati dan akhlak yang mulia.

Aku Menunggumu Indonesia
Aku bangga menjadi bangsa Indonesia
  

Tidak ada komentar: